-->

Hari Kemerdekaan Dirudung Gelisah

 Hari ini tepat 76 tahun Indonesia Merdeka, bertepatan juga dengan rasa takut yang belum juga berkesudahan. Di hari keremdekaan ini yang seharusnya merasa bahagia dan sepenuhnya menjadi bangsa, tapi tahun ini begitu menakutkan dan gelisah. 

Kegelisahan diakibatkan dari semakin tingginya angka kematian akibat wabah corona virus, kegelisahanpun tak tahu kapan akan berkesudahan, karena sampai hari ini masih gelisah dengan hari esok apakah masih bisa makan atau tidak, kebijakan PPKM yang memaksa dunia industri terhenti, secara otomatis mematikan sendi perekonomian dan harapan masyarakat kecil yang hanya bergantung pada penghasilan yang mereka harapkan di akhir bulan. bukan itu saja bagi mereka yang seniman dipaksa berhenti dengan alasan keselamatan. 

Entah sampai kapan, sepertinya wabah semakin mereja lela, menyerang semua orang, memaksa diserbu ketakutan yang tak bereksudahan. 

di hari ini 17 Agustus 2021 dimana seharusnya semua warga merasakan bahagia, mengenang para pejuang kemerdekaan, merebut nusantara, harus berdiam diri dengan rasa gundah dan gelisah. tak ada lagi hentakan kata Merdeka ! tak ada lagi nyanyian Indonesia Raya tak ada lagi doa khusuk untuk ibu pertiwi, hening, senyap, sembab dan lunglai. 

Tak memiliki keberanian, ketakutan pada sebuah kebijakan, yang setiap saat bersiap untuk melenyapkan setiap pendapat yang berseberangan. 

Namun semua berusaha untuk tegar, bahkan ada yang berpura-pura bahagia, tertawa dan gelak canda, memastikan semua bisa ada dan selamat dalam situasi yang semakin tak terterduga. 

selain masalah keselamatan jiwa dari bahaya korona, setiap pribadi juga harus memastikan selamat dari hal lainnya, belum usai masalah itu, jiwa ini semakin perih dan mendidih saat membaca berita yang berisi informasi kunjungan orang dari luar negeri, mendatangi ibu pertiwi mengambil peran, dan kekayaan alam, apa mau dikata, lagi-lagi diam terbata tak mampu menghiba. 

bayangkan, rasakan dan renungkan... benarkah kita sudah merdeka ? 

ViewCloseComments