-->

Tahun Baru dan Ketakutan Baru

Tahun baru di seluruh muka bumi biasanya disambut dengan penuh keceriaan dan suka cita serta harapan-harapan optimisme, berbeda pada tahun ini, menurut penulis kalopun ada yang ceria itu hanya pura-pura bahagia atau mereka yang bahagia dari kesulitannya orang lain. 

Tahun Baru dan Ketakutan Baru, ini sengaja penulis jadikan sebagai Headline pada artikel kali ini dari sudut pandang pribadi penulis. 

Tahun baru ini kita ketakutan pada Virus Corona, kita ketakutan pada kebebasan hak berpendapat, kita ketakutan pada perbedaan, kita ketakutan pada kerumunan pengajian, bahkan kita takut pada datang ke mesjid untuk beribadah kepada Tuhan. 

Kita takut bersalaman, kita takut menebarkan kebaikan karena oleh sebagian orang dianggap menebarkan kebencian. 

Kita takut kemiskinan, yang nyatanya kita berharap bantuan yang telah dipotong seratusribuan. 

Kita takut kehilangan pekerjaan, yang nyatanya kantor sudah tak memperkerjakan

Kita takut anak tak bisa ke sekolahan, yang nyatanya sudah bodoh karena dihadapkan dengan daring pembelajaran.

Kita takut terhadap tunggakan, yang nyatanya hutang sudah lama tak terbayarkan

Kita takut tak bisa makan, yang nyatanya hari ini sudah tak ada apapun dimeja makan

Kita takut mati, mati karena corona ataupun takut karena kelaparan, kita semua takut, takut yg seolah tak berkesudahan. belum usai virus corona lama, kini sudah tiba virus corona varian baru, tepat ditahun baru, menambah ketakutan baru. 

mau sampai kapan kita hidup dalam ketakutan ? jika semua berakhir dengan kematian kenapa kita harus takut, bukankah sebaiknya kita hadapi dengan senyuman. sedari lahir kita sudah dihadapkan dengan kuman, bakteri dan virus hanya satu saja yang harus kita siapkan yaitu keimanan. 

ini bukan pesimis, tapi ini kenyataan yang kita hadapi, yang kita rasakan saat ini. salah siapa ? kita belum tahu yang jelas diluar sana ada segelintir mahluk yang meraup keuntungan. lalu kita harus apa ? diam membisu ? menjadi anak manis ? atau menjadi pecundang sejati ? 

TIDAK ! kita jangan diam, lawan dengan kemampuan dan ilmu pengetahuan. 

 


ViewCloseComments