Covid 19, Ketakutan, Harapan dan Kenyataan


 Virus Corona atau Covid-19 masih tak kunjung menurun bahkan angkanya terus naik, berbagai sumber lahir namun tak satupun yang memberikan ketenangan. hingar bingar berita tentang covid justeru semakin menambah ketakutan, bak berperang melawan pasukan hantu. begitupun informasi yang hadir silih berganti saling menjastifikasi namun tak satupun yang memberikan harapan dan optimistis. 

Kebijakan lock down diberlakukan, tutup buka aktivitaspun berjalan walaupun sering kali tak masuk akal, banyak pemerintah daerah yang memberlakukan lock down keramaian hanya 1 atau 2 hari kemudian berjalan lagi seperti biasa dihari kemudian yang sepertinya hanya menunaikan formalitas saja. tapi ada juga yang serius menutup lama tapi tetap saja banyak tak bisa terima. 

serba salah dalam kondisi seperti ini. 

semula mereka takut corona kini beralih takut kelaparan

harapan masyarakat semakin buyar, saat harus berdiam diri dirumah, bahkan harus kehilangan pekerjaan, harapan itu kian semakin pupus. kebingungan hari ini dan esok terus hadir menghantui, semula mereka takut corona kini beralih takut kelaparan. 

Saat persediaan keuangan mulai habis, bahan pangan mulai langka, gas menghilang di warung, listrik terus merangkak naik seperti angka pasien covid, mereka diam dirumah kini, tapi bukan karena covid melainkan karena sudah tidak ada pencaharian. 

benar kata seorang tokoh nasional yang mengatakan pimpinan Berbagi makan, kelas menengah mencuri makan, kelas bawah berebut makan, itulah yang terjadi. 

kenyataan saat ini, kondisi dunia, khususnya Indonesia semakin terpuruk bahkan ada yang mengatakan akan masuk resesi. upaya pemerintah dalam menyogok rakyat dengan berbagai bantuan, mustahil akan bisa berjalan terus karena bagaimanapun anggaran terbatas. belum lagi program covid banyak disalahgunakan. masih ada oknum yang memanfaatkan musibah untuk mencari keuantungan. 

anggapan ketidakmampuan dan ketidaktegasan pemerintah pusat dalam upaya mencegah covid sepertinya memang benar terjadi, hal tersebut terlihat dari penyampaian, program sampai pelaksanaan yang masih amburadul dalam pelaksanaannya. 

Bersyukur Indonesia memiliki masyarakat bertuhan dan beragama, mereka masih memiliki harapan akhir ya itu Tuhan YME. inilah yang menjadi kekuatan dan kepercayaan diri, dan berharap mereka meminta keselamatan. walaupun masih juga dipandang sinis oleh oknum pejabat, bahkan orang-orang yang good loooking dianggap memiliki potensi menjadi radikal. 

Di sisi lain kondisi bangsa sedang memperihatinkan, pejabat dan pimpinan partai tertentu malah menyulut soal pancasila untuk suku tertentu, semakin menguatkan kesimpulan masyarakat bahwa partai tertentu itu adalah mereka yang sebetulnya anti pancasila. 

betapa rumitnya Indonesia, namun demikian kita tidak perlu khawatir selagi masih ada Iman dalam dada kita bahwa Alloh SWT adalah penolong yang Maha. 

Post a Comment

0 Comments