Drs. Syarif Hidayat [ KOPAK ] Komunitas PNS Anti Korupsi : Tak Ada Yang Berani Meneruskan

Ngobrol dan Diskusi Perjalanan Hidup Bersama Drs Syarif Hidayat Ketua LSM KOPAK
Sore itu selepas pulang dari kampus penulis sengaja meluangkan waktu untuk mendatangi seorang sahabat dari sahabat saya yaitu Mas Rangga Aji Juang, sedari awal saya tidak mengenal sosok orang ini, yang saya tahu saya diminta datang oleh sahabat saya untuk menjelaskan cara kerja dan fungsi aplikasi yang saya buat. Sebuah aplikasi untuk mendukung bisnis miliknya. Pemilik usaha tersebut adalah Pak Syarif Hidayat mantan PNS atau ASN Kota Cirebon.

Sesampaiknya dirumah kami menunggu sebentar karena beliu kebetulan sedang keluar untuk satu urusan sementara waktu kami ditemani anaknya ngorol kesana kemari salah satunya menceritakan daerahnya tempat bekerja.

Akhirnya orang yang kami tunggu datang, tentu saja sahabat saya memperkenalkan diri saya kemudian kami diajak bicara di teras rumah yang memang biasa menerima tamu halaman yang cukup luas dengan beberapa perangkat dan barang-barang milik usahanya. tiga cangkir kopi hitampun tiba, seorang wanita yang membawa penuh keramahan terlihat dari responsifnya wanita tua itu terbiasa menghormati tamunya seperti sosok pria tua yang jadi suaminya tersebut.


Pembukaan Obrolan Yang Mengagetkan
antara kami langsung saja memperkalkan diri mulai dari asal daerah kelahiran sampai profesi, tentu saja saya terlebih dahulu yang memperkenalkan diri karena sebagai yang muda dan sebagai tamu yang datang kerumahnya.

Selesai saya menerangkan secara singkat riwayat saya Pak Syarif Hidayat mulai membuka cerita tentang profilenya, pembukaan yang mengagetkan karena langsung ia bercerita tentang sepak terjangnya saat menjadi orang pemerintahan. dari cerita yang disampaikan ia memulai karirnya sebagai seorang guru yang kemudian waktu demi waktu dan kiprah yang dia lakukan membawa Pak Syarif ke posisi dan jabatan tertentu dalam pemerintahan. Disini saya tidak akan menceritakan karir dia melainkan cerita-cerita idealis yang berani menjalankan kebenaran baik secara hukum negara maupun agama.

Konon dirinya dianggap salah satu PNS atau ASN yang Idealis, Keras dan memiliki integritas yang tinggi, berani mengingatkan bahkan melawan pimpinannya sendiri jika ada sesuatu prosedur yang salah atau bahkan jika ada yang berusaha untuk mengajaknya korupsi, mulai dari penolakan pemberian uang yang tidak jelas sumbernya sampai soal tanda tangan dokumen yang isinya berusaha mereka tutup, namun ia berani dengan tegas menolak.

Drs Syarif Hidayat memang mantan Aktivis hubungan dia dengan teman-teman mahasiswa cukup kuat saat itu. dan yang lebih mengagetkan lagi dirinya mendirikan Komunitas PNS Anti Korupsi yang disingkat KOPAK

KOPAK lahir memang dari kegelisahannya melihat fenomena yang terjadi dalam tubuh PNS , dia tahu betul bahwa akan banyak teman seprofesinya tidak akan menyukainya, takut di mutasilah atau bahkan takut dipecat, teman-temannya banyak yang geleng-geleng kepala. Pak Syarif Hidayat juga menyampaikan bahwa banyak sebetulnya pns yang bersih namun mereka sebetulnya masih takut, takut sama pimpinan, takut sama uang dan kekuasaan.

Untuk menjadi seorang aktivis yang berani memang harganya mahal, namun demikian juster menurutnya jika kita benar dan hanya takut pada Tuhan maka semua akan dimudahkan dan hidup akan terasa ringan, tak memiliki masalah di kemudian hari.


Kunci Kehidupan
Pak Syarif masih melanjutkan cerita dan nasehatnya ada beberapa yang saya ingat betul beliau menyampaikan bahwa,

"untuk menjadi manusia selamat di dunia kuncinya adalah Harus Beragama, kemudian dilanjutkan Harus Takut Sama Tuhan, karena jika kita beragama kemudian memiliki ketakutan kepada Tuhan yang sebenar-benarnya takut dia tidak akan takut melihat kemungkaran, tapi kebanyakan diantara kita Ngaku beragama, ngaku memiliki Tuhan, tapi takutnya kepada Jabatan, Takutnya kepada Uang"
Hidup tidak perlu dibuat rumit, sering kali kita melakukan manipulasi, bukankah manipulasi itu rumit, susah, ribet tapi kita kenapa tertarik untuk melakukannya, jika saja kita berjalan pada aturan yang ada saya sakit tidak akan rumit, mudah-mudah aja tuh.

Dulu saya sering mendengar bahwa saya tidak disukai temen-teman saya, tapi faktanya sampai saat ini saya belum pernah mendengar mereka secara langsung ketidak sukaan mereka, mereka marah sama saya, mereka semua baik, bahkan saat saya pensiun masih banyak sahabat datang hanya untuk sekedar silaturahim atau bertukar pendapat.

dalam obrolan yang hangat saya coba bertanya, Apakah LSM KOPAK ada yang meneruskan ? beliau menjawab singkat, TIDAK ADA YANG BERANI mereka masih takut pimpinan, uang dan jabatan. Semua kalo sudah bicara uang Agama hanya di KTP berketuhanan hanya dilisan. namun demikian dari level terbawah yaitu skala kepribadian, banyak kok PNS / ASN yang bersih cuma kalo untuk mengajak berjalan dijalan yang sesuai ketentuan aturan dan hukum mereka takut.
Buku Karya Drs. Syarif Hidayat

Oya saya lupa sampaikan, pak Syarif Hidayat ini semasa masih aktif menjadi PNS / ASN sangat aktif menulis diberbagai media cetak lokal maupun nasional sampai akhirnya tulisan-tulisan beliau dijadikan sebuah buku dengan judul "SELAYANG PANDANG KOPAK INDONESIA" dan satu buah buku beliau terbitkan lagi setelah pensiun dengan judul "PENGALAMAN MENCARI KEBENARAN" dalam buku kedua itulah beliau banyak bercerita mulai dari awal berkarir sampai pensiun serta perjalanan perjuangan beliau menegakan kebenaran dan keadilan.

Dengan penuh syukur bahwa sampai hari ini dirinya diberikan kesehatan sehingga masih bisa melakukan lebih baik ibadah kepada Tuhan, dengan pensiun saya bisa memperbaiki ibadah saya mas, solat bisa semua dilakukan termasuk yang sunnah nya, begitupun puasa alhamdulilah saya rutin, dulu saya dalam setahun saja mungkin ga pernah khatam baca Quran, sekarang Alhamdulilah satu tahun bisa 4 kali Khatam, ini adalah anugrah bagi saya. Tugas saya terhadap anak-anak juga semua selesai pendidikan sarjana mereka semua sudah menikah saya tinggal menikmati hasil kerja saya dengan membuka usaha kecil dirumah mengisi sisa hidup saya.
Buku Karya Syarif Hidayat

Sebuah perkenalan dan pertukarang pengalaman yang luar biasa, bertemu sosok yang berani berjuang dijalan kebenaran bahkan didalam sebuah instansinya. Sosok langka ini tentu saja seharusnya menjadi inspirasi dan sekaligus memupuk keberanian untuk kita lebih jujur dan takut kepada Tuhan.

Yono Maulana
Media Juli 2018



0 komentar