May Day - Mengejar Mimpi Yang Tak Kunjung Tiba

Besok 1 mei 2018 adalah dikenal dengan sebutan Hari Buruh atau populernya disebut May Day. seperti yang dikutip dari wikipedia Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.

Namun faktanya hari libur buruh di Indonesia bukanlah hari libur untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial mereka melainkan mengekspresikan kekecewaan, bahkan kemarahan sebagai indikator mereka merasa belum berhasil atau belum merdeka. Hari buruh selalu diwarnai dengan tuntutan-tuntutan yang tak kunjung usai.  

Hari buruh di Indonesia selalu diwarnai dengan demonstrasi gerakan protes yang dilakukan dimuka umum secara bersama-sama dan terorganisir. pada tiap libur hari buruh juga mereka seolah mengejar mimpi yang tak kunjung tiba, mimpi yang seolah-olah terus menerus membawa kisah sedih dan pilu pada tiap nasib mereka. Namun demikian mereka tak ada kata lelah untuk terus berjuang mencari kemenangan, mereka terus berjuang mencari dukungan, mereka terus berjuang mencari pengharapan, agar lebih baik dari hari-hari sebelumnya. 

Penuh harap pada tiap langkah mereka saat keluar pabrik dengan membawa panji-panji organisasi persatuan buruh, berharap para pemangku kebijakan mendukung mereka, berharap para kapitalis sesekali berpihak kepada mereka. namun lagi-lagi faktanya sampai detik ini teriakan mereka tetap terdengar keras. 

Buruh Kekuatan Negeri
buruh seharusnya menjadi kekuatan negeri ini, menjadi tenaga-tenaga yang bisa membawa bangsa lebih unggul, kreatif dan tentunya lebih arif. sudah seharusnyalah antara ke tiga belah pihak bersepakat yaitu pemerintah, pengusaha dan buruh duduk bersama mencari solusi terbaik membangun negeri, karena hanya dengan semangat membangun negeri sebuah bangsa akan tumbuh, berkembang dan maju.

Pemerintah harus yakin bahwa sumber daya manusia yang ada bisa diandalkan, pengusaha juga harus bisa menghargai karena mereka adalah aset perusahaan mereka, dimana apabila buruh mencurahkan segala kemampuannya untuk perusahaannya tentu saja mereka yang akan merasakan kesuksesannya. begitu juga dengan buruh, seharusnya mereka terus meningkatkan kafasitas mereka baik dari sisi keterampilan, keahlian dan keilmuan sehingga satu sama lain saling menguntungkan, bisa bersinergi dengan baik. 

Era MEA dan Arus TKA
era Milenum Ekonomi Asean memang kran yang dibuka bebas dan Indonesia adalah masuk didalamnya, mau tidak mau, suka tidak suka di Era MEA ini kedatangan tenaga kerja asing pasti terjadi. Namun apakah kita sebagai bangsa hanya diam dan menonton semua itu terjadi ? tentu saja tidak ! perlu upaya bersama dan memiliki kesamaan visi dan misi baik pemerintah maupun rakyat dalam menghadapi globaliasi ini terutama menghadapi arus TKA. Apakah bangsa ini harus melarang mereka 100% untuk tidak datang ke Indonesia ? tentu saja tidak, karena bagaimanapun ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh tenaga-tenaga asing mungkin mereka adalah orang-orang spesialis. Paling tidak ada rem, atau pemilahan tenaga kerja asing yang boleh masuk ke Indonesia, jangan dibuka bebas begitu saja, bagaimanapun bangsa Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat tinggi, yang harus menjadi prioritas pemerintah, karena disana ada sila ke 5 yaitu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. mereka berhak mendapatkan lapangan kerja, mereka juga berhak untuk berkarya, dengan mendatangkan tenaga kerja asing yang tidak memiliki keterampilan atau pekerja teknis di Indonesia masih sangat banyak, jadi kurang bijak apabila TKA dibebaskan begitu saja masuk ke Indonesia. 

Mereka memiliki mimpi, mimpi untuk membangun perbaikan ekonomi untuk keluarga dan bangsa ini. jadi wujudkan mimpi mereka, niscaya akan menjadi kebaikan untuk bangsa Indonesia. 

pandangan pribadi
untuk 1 May 2018

0 komentar