Idul Fitri 1441 H dan Corona


jam di leptop menunjukan pukul 1.25 wib tanggal 23 Mei 2020. seperti biasa jika sorenya minum kopi toraja jadi auto melek. hari ini adalah hari sabtu terakhir puasa sesuai dengan sidang itsbat ulama yang di tayangkan di televisi sore tadi.

Lebaran ini 1441 H tahun 2020 bertepatan dengan bencana wabah covid-19 atau corona. data masih menunjukan terkompirmasi 20.796, sembuh 5.057 dan meninggal dunia 1.326 orang.

Sore tadi juga sempat berbincang dengan perwira tinggi polri yang bertugas disalah satu Polda beliau sempat bertanya berapa statistik hari ini, saya menyebutkan sesuai angka yang tertera dalam sistem dan mengirimkan screen shoot nya.

Bapak pulang lebaran ini ? tanya saya, boro-boro pulang Yon sudah jelas perintah Kapolri sembari mengirimkan screen shoot pemberitahuan. bisa dievaluasi kita kalo berani-berani pulang sedang kondisi seperti ini, imbuhnya di wa.

iya pak, sama disini juga waktu PSBB diperpanjang 2 minggu kemudian, saya khawatir pandemi ini tidak usai dalam hitungan 2 atau 3 bulan, jika 2 bulan kedepan masih lumpuh seperti ini kok sepertinya rakyat Indonesia akan jadi gelandangan semua ya Pak, celetuk saya. banyak perusahaan yang limbung Pak, bahkan bangkrut harus mem PHK Karyawannya, kebayangkan, kalian PNS masih mending digaji negara masih bisa jalan, lah kami yang bergantung pada swasta ? bener-bener bisa jadi melarat Pak. tambahku.

Iyo..Yon... jawabnya tanpa panjang lebar. saya masih nyerocos melalu jari-jemari yang terus menari diatas layar handphone, kok saya khawatir ya Pak, liat gejala jelang Idul Fitri ini, masyarakat mulai muak dengan kondisi ini, terus akhirnya mereka melakukan aktivitas seperti masa bodo, terlebih memang budaya lebaran sedang dihadapi, semua sedang mempersiapkan kebutuhannya, yang memaksa mereka untuk datang ke tempat tempat keramaian seperti pasar, mall dan sejenis nya, ditambah lagi antrian di kantor pos untuk menjemput dana bantuan. saya khawatir ini akan menjadi pemicu ke fase inkubasi.

dia jawab, sama singkat seperti tadi, Iyo..Yon...amit-amit lah...
saya bisa membayangkan kecemasannya, kebingungannya menghadapi situasi dan kondisi seperti saat ini. sisi lain pemerintah memberikan informasi dan kebijakan yang tumpang tindih, tidak sama dan membingungkan, sisi lainnya masyarakat Indonesia yang terlalu sakti dan pemberani menghadapi bencana ini, mereka seolah acuh, entah sudah putus harapan, akhirnya masa bodo, antara keselamatan dan keberlangsungan kehidupan. entah siapa yang benar dan siapa yang salah, entah siapa yang harus bertanggungjawab dalam kondisi seperti ini.

Lebaran tahun 2020 ini memang benar-benar berbeda, unik, menakutkan sekaligus menjengkelkan, melumpuhkan semua sendi kehidupan, entah benar atau tidak ini adalah sebuah konsfirmasi. benar atau tidak faktanya korban terus bertambah, grafik terus naik menjulang tinggi seolah lupa bagaimana cara turun.

Oh Tuhan....entah ujian apa yang sedang diberikan, di bulan suci Ramadhan ini berikan kami kekuatan, keselamatan dan segala bentuk bencana.

Ramadhan, Idul Fitri dan Corona tahun ini semoga yang terakhir dan akan menjadi cerita buruk dalam perjalanan kehidupan, segera kembali kedalam kehidupan yang normal, dapat beribadah Kepada Mu secar khusuk, semakin mencintai dan mendekati. Maafkan kami ya Rob... selamatkan kami...

Medio mei dini hari jam 1.43





0 komentar