Keraton Kasepuhan dan PBNU Gelar Festival Tajug 2019

“Ingsun titip tajug lan fakir miskin", kalimat yang diwasiatkan oleh sunan Gunung Jati, salah satu Walisongo yang menyebarkan agama islam di jawa barat (khususnya daerah Cirebon). Maksud dari wasiat tersebut adalah sepeninggalan beliau sebagai generasi berikutnya untuk tidak melupakan masjid dan fakir miskin.


Keraton Kasepuhan bersama PBNU akan menggelar Festival Tajug 2019 dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Festival Tajug digelar di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Festival Tajug akan digelar pada tanggal 22 hingga 24 November 2019. Event ini akan dihadiri oleh 100 Sultan se-Indonesia dan 500 penggerak masjid se Jawa Barat.

Event ini akan dimerihkan oleh beberapa kegiatan seperti Bersih bersih mesjid kesultanan, Kirab sarung Nusantara dan Tajug Expo, Zona santri millenial, Qori road show dan berbagai macam perombaan seperti pelatihan solat sempurna, lomba adzan pitu , lomba puji pujian , lomba hadroh dan masih banyak lagi.

Selain rangkaian acara di atas festival tajug 2019 akan dimeriahkan oleh grup music religi yaitu puja syarina marjinal band.

Yang menarik di festival tajug kali ini dari pada festival tajug sebelum nya adalah Grand launching perdana Santrijek pada rangkaian acara Festival Tajug 2019 itu sendiri. Santrijek merupakan aplikasi yang diluncurkan oleh DPP Asosiasi Badan Usaha Milik pesantren Jawa Barat untuk pondok pesantren, santri dan alumni agar santri mampu bersaing di era milenial ini.

Catat tanggalnya dan berpartisipasi untuk memeriahkan festival tajug 2019 cirebon 22 November – 24 November 2019.

0 komentar