29. Content Marketing - 73 Jurus UKM Jawara


Di dunia di mana konten berada di sekeliling konsumen, tak ayal pemasaran berbasis konten menjadi hal mutlak untuk dilakukan oleh perusahaan sekelas UKM sekalipun. CottonInk, perusahaan apparel yang kini mulai ekspansi dengan membuka gerai offline membuat content marketing dengan menciptakan media sendiri yang diberi nama 247 Magazine. Majalah fesyen dan gaya hidup tersebut memang dicetak secara terbatas dan disebar melalui online secara gratis. 

Di dalam majalah tersebut, CottonInk dapat secara leluasa membuat artikel-artikel inspiratif mengenai padu-padan pakaian, hingga interview mereka dengan emerging artist yang mengenakan pakaian dari rumah mode tersebut. Content marketing bisa dalam format yang beragam, seperti kampanye digital atau tagar tertentu yang dipopulerkan di jagad media sosial. 

Kreativitas menjadi kunci keberhasilan pemasaran konten. Sebab, konten yang menarik akan dilihat orang dan seketika brand Anda pun akan diasosiasikan sesuai isi dari konten tersebut. Misalnya, Anda membuat konten tentang anak motor. Maka, brand akan diasosiasikan sebagai mereknya para gentlemen. Perlu diketahui bahwa content marketing berbeda dengan advertising. 

Dalam iklan, sifatnya berbicara, ngomong dulu, baru menyampaikan pesan kepada audiens. Sementara, content marketing mengutarakan informasi tentang apa yang orang ingin dengar, apa yang konsumen mau, bukan brand. Karena consumer centric, pemasaran konten harus dibuat secara kreatif. Art lebih diutamakan dibandingkan science, dan sebisa mungkin tidak menggunakan logika. Cara termudah dan cukup ampuh adalah menggunakan blogger atau vlogger yang membuat konten mereka sendiri. Nah, produk Anda hadir dibicarakan oleh vlogger itu. Misalnya, produk Anda adalah produk bumbu masak, maka vlogger acara masak-masak, menjadi tepat. Karena konsumen akan melihat konten itu. #73JurusUKMJawara

0 komentar