Standar Baru Manajemen Risiko Versi ISO 31000 : 2018 (bag-1)

Pada Februari 2018, International Organization for standarization menerbitkan International Standard ISO 31000 : 2018 Risk Management - Guidelines sebagai revisi terhadap standar terdahulu yaitu ISO 31000 : 2009 Risk Management - Principles and Guidekines pada kata pengantarnya dikatakan bahwa ada perubahan utama dari edisi revisi dibandingkan dengan edisi yang terdahulu adalah sebagai berikut ;
  • mengkaji prinsip manajemen risiko yang merupakan kriteria kunci untuk keberhasilan penerapan manajemen risiko
  • menyoroti pentingnya peran kepemimpinan manajemen puncak dan pentingnya pengintegrasian manajemen risiko dimulai dari tata kelola organisasi
  • memberikan bobot lebih pada sifat iteratif manajemen risiko yang akan memberikan pemahaman bahwa setiap tahapan proses akan mendapat dan mengalami revisi akibat dari pengalaman baru, pengetahuan dan analisis dari kejadian yang dialami sebelumnya. 
  • merampingkan isi standar dengan memfokuskan tetap menjaga model sistem yang terbuka atau generik sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan konteks. 
 yang paling menonjol para perubahan versi baru ISO 31000 : 2019 adalah menyoroti peran kepemimpinan oleh manajemen puncak jika sebelumnya dilakukan secara samar-samar maka pada versi baru ini secara gamblang dan jelas Direksi sebagai manajemen puncak harus memimpin dan bertanggungjawab serta memberikan komitmentnya dalam penerapan manajemen risiko.

konsekwensi logis dari hal tersebut adalah munculnya istilah Kepemimpinan Risiko (Risk Leadership) dan Pemimpin Risiko (Risk Leader), kedua hal tersebut dibahas secara panjang terutama bagaimana mendorong Pemilik Risiko pada setiap unit kerja dapat menjadi Risk Leader bagi unit kerjanya. keberhasilan daman menjadikan pemilik risiko menjadi risk leader akan mempermudah proses berikutnya yang disorot yaitu integrasi.

SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN STANDAR MANAJEMEN RISIKO
Sebelum menulis panjang lebar sepertinya penulis perlu sedikit menyegarkan ingatan kembali tentang sejarah singkat perkembangan standar manajemen risiko, berdasarkan sumber "manajemen risiko, Leo J Susilo, 2018".

1995 : Australia dan slandia baru menerbitkan standar risiko pertama di dunia
1997 : Kanada yg menerbitkan standar manajemen risiko
2001 : jepang menyusul menerbitkan standar manajemen risiko
2002 : profesi manajemen risiko di Inggris menerbitkan panduan manajemen risiko (AIRMIC, IRM, ALARM)
2004 : COSO menerbitkan panduan mengenai integrated risk management frame work terbit di USA
2009 : ISO menerbitkan ISO 31000:2009 risk management - principle and guidelines
2017 : COSO menerbitkan revisi panduan mengenai manajemen integrating wit strategy and performance
2018 : Revisi ISO 31000 yang pertama sejak tahun 2009 menjadi ISO 31000:2018

TUJUAN MANAJEMEN RISIKO
tujuan dari manajemen risiko adalah menciptakan dan melindungi nilai. tentu saja kalimat ini membutuhkan penjelasan terlebih ada kalimat tambahan "manajemen risiko meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dam mendukung pencaiapaian sasaran" kalimat tersebut bersifat imperatif yang memiliki arti bila tidak terpenuhi maka penerapan manajemen risiko dianggap gagal.
keberhasilan mengintegrasikan manajemen risiko kedalam perencanaan strategis adalah diperolehnya keseimbangan penawnaganan antara sasaran strategis organisasi, pencapaian kinerja dan risiko terkait. selain itu manajemen risiko strategis dapat memabntu perusahaan menghindari kemungkinan untuk melewatkan mengenali suatu risiko sehingga dapat membantu manajemen mengambil tindakan cepat untuk mengatasi risiko yang mungkin terjadi.

manajemen risiko strategis dimulai dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi bagaimana berbagai macam peristiwa dan skenario yang mungkin akan berdampak pada pelaksanaan strategi bisnis, termasuk dampak akhir pada pencapaian nilai- nilai perusahaan.

jadi keseimpulannya tujuan manajemen risiko adalah ;
  • penciptaan nilai trtinggi bagi organisasi adalah tercapaianya visi organisasi yang mengandung misi dan nilai-nilai yang dianutnya
  • Tujuan manajemen risiko dapat tercapainya secara peripurna bila manajemen risiko di integrasikan dengan proses perencanaan strategis dalam upaya untuk mencapai visi
  • ini berarti manajemen risiko harus di integrasikan pada tiap tahapan tanpa kecuali, walaupun fokusnya pada impplementasi dan eksekusi strategis
  • dengan demikian pula manajemen risiko terlibat dalam proses pencapaian nilai/visi organisasi sesuai tujuannya untuk menciptakan dan melindungi nilai.

itu berarti "manajemen risiko meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dan mendukung pencapaian sasaran"

lanjut ke tulisan berikutnya >>



0 komentar