Orang Gila, Dikira Gila, dan Mendadak Gila Nge-Hits Menjelang Pilkada


Sore ini masih ditemani rintik hujan, berlokasi di kaki gunung Ciremai Jawa Barat, mencoba melampiaskan isi pikiran yang bercampur aduk antara kasihan, gemas, mengesalkan. Fenomena ini entah mengapa menurut saya selalu bumming saat menjelang pilkada. beberapa media seperti yang dilansir tribunnews.com 21 feb 2018.
Marak Orang Gila Serang Ulama! Nusron Wahid: Ada yang Mengendalikan, Ada Dalangnya. kemudian di halaman lain juga , sebelumnya tanggal 19 Feb 2018, Orang Gila Serang Ustad Pengasuh Ponpes di Lamongan, Anggota DPR Minta Masyarakat tak Terhasut. 
hingga pada akhirnya operasi Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi program khusus antara dinas sosial, pemerintah daerah dan kepolisian serta ulama, seolah-olah semua dibuat riweuh dan menakutkan. Terlepas dari benar atau tidaknya orang gila segitu membahayakan dikarenakan ada dalang dibelakangnya, itu sebetulnya menjadi tugas Dinas Sosial untuk menertibkan mereka di tampung di tempat-tempat khusus. Namun itu juga bukan merupakan kesalahan dinas sosial sendiri kadang masyarakat juga enggan atau bahkan menolak apabila anggota keluarga mereka dibawa untuk ditempatkan di tempat khusus. Berurusan dengan orang dengan gangguan jiwa memang sulit ya karena mereka terkena gangguan jiwa namun jika memang itu dianggap meresahkan ada baiknya pemerintah yang berwenang untuk segera turun tangan menangani permasalahan ini. beberapa media online merilis sudah adanya korban akibat serangan orang gila tersebut diantaranya adalah KH Emon Umar Basri dan Ustad Prawoto seperti yang dilansir di halaman portal-islam.id

Selain penomena orang dengan gangguan jiwa sungguhan ternyata banyak juga ditemukan kasus salah tangkap  karena dikira orang gila. ini mungkin terasa aneh namun dari kabar yang beredar ternyata ada. Fenomena orang gila ini ada beberapa kemungkinan menurut hemat saya, orang tersebut benar-benar gila namun tidak membahayakan, ada orang benar-benar gila dibuat menjadi membahayakan dan yang terkahir bisa jadi orang yang pura-pura gila. yang lebih GILA dari kelompok orang gila masih ada yaitu orang yang menyebarkan berita bohong tentang orang gila!. 
seperti dilansir dari media TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mantan Kepala Badan Intelijen Stategis (Bais) 1996-2014, Soleman B Ponto ‎sekaligus pengamat intelijen berpendapat banyaknya informasi hoaks soal ustaz yang dianiaya orang gila dimanfaatkan dan didomplengi pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik Pilgub Jabar 2018.

masih banyak kasus-kasus berita hoax yang beredar tentang orang gila menganiaya atau menyerang kiai dan ustad.

Penomena Orang gila yang sedang Ngehits ini tentu saja tetap harus di waspadai, karena mau itu orang gila beneran, gila-gilaan sampai mendadak gila tetap membahayakan, jadi tetaplah waspada dan selalu pastikan komunikasi dan koordinasi baik dengan keluarga maupun pemerintah.

saat usai Pilkada apakah penomena Orang Gila ini akan hilang ? jika kita berkaca pada waktu-waktu pilkada sebelumnya ternyata masih bersambung, banyak di antara para caleg yang mengalami stress berat hingga mengakibatkan kejiwaannya sangat labil ini tentunya adalah sebuah pembelajaran untuk kita semua yag harus dicamkan jauh-jauh hari sebelum kita melakukan kompetisi terlebih kompetisi politik. sebuah kompetisi atau permainan pasti ada menang dan kalah, sadari itu sepenuhnya di depan, jikapun tidak siap kalah minimal harus menerima kekalahan dan menyadari serta mengakui bahwa lawan jauh lebih unggul.

memang hal itu tidaklah mudah, kita bisa bicara seperti ini karena penulis hanya merenung dan menulis bukan sebagai pelaku, namun bukan tidak mungkin bahkan sangat mungkin membangun jiwa yang besar dan ikhlas bisa ditumbuhkan sehingga apapun akhir dari cerita itu semua tetap menjadi penghargaan buat semua rakyat, yang menang ya karena menangnya, yang kalah ya karena keistimewaan menerima kekalahannya. mengedepankan kerukunan dan kedamaian jauh lebih penting dan terpuji dibandingkan harus menghabiskan waktu memungkiri kekalahan dan mencari kesalahan.


0 komentar